JAKARTA – Generasi terbaru Toyota Prius sudah diperkenalkan sejak awal 2020. Namun Toyota Indonesia menegaskan untuk sementara mobil dengan teknologi Plug in Hybrid tersebut belum dijual untuk konsumen perorangan alias hanya untuk market fleet.

Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy Suwandi mengatakan bahwa Toyota Indonesia masih membutuhkan waktu untuk studi lebih lanjut sebelum memutuskan agar Prius bisa dijual umum.

“Masih Fleet, retail belum karena kan ada Covid-19. Kita belum bisa simpulkan (studi) cukup, jadi butuh waktu lagi,” ucap Anton Jimmy Suwandi.

Baca juga :  Lengkapi Varian Kendaraan Elektrifikasi, Toyota Siapkan Jenis BEV

Untuk saat ini Prius PHEV digunakan sebagai armada GoFleet yang ditawarkan Gojek. Jimmy menambahkan penggunaan Prius sebagai armada Gojek juga merupakan bagian dari studi yang dilakukan Toyota.

Setidaknya ada lima unit Prius PHEV yang sudah digunakan dan sehari-harinya digunakan untuk program sewa GoFleet, sebuah program inisiasi antara Astra dan Gojek.

“Kita akan studi terus, bahkan baterai listrik masih terus dipelajari supaya komitmen elektrifikasi kami bisa meningkat terus,” sambung Jimmy.

Baca juga :  Honda Lakukan Kembali Recall Airbag Inflator Takata di Indonesia

Prius yang saat ini sedang dalam tahap studi merupakan generasi kedua yang sudah mengadopsi teknologi PHEV. Mobil ini menggabungkan mesin pembakaran dalam dengan motor listrik sebagai sumber penggerak.

Prius PHEV mengusung mesin bensin 2ZR-FXE 1.800 cc 4-silinder bertenaga 95 daya kuda dan torsi puncak 142 Nm, yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 71 dk. Motor listriknya itu mendapat sokongan daya dari baterai berkapasitas 0,7 kWh. [po/rst]