SABANG – Siti Farah hanyalah seorang perempuan biasa. Namun, Bu Guru Playgroup berusia 44 tahun ini punya tekad yang luar biasa. Lama memendam mimpi bisa menjelajah Titik Nol Km, akhirnya pada Selasa (14/7), dia mengaspal hingga titik paling barat Indonesia itu.

Siti Farah mencatatkan diri menjadi lady bikers tangguh melakukan solo touring alias riding seorang diri menempuh aspal ribuan Km hingga menuntaskan impiannya bisa menjejakan kaki dan motornya di tugu Nol KM yang ternama di jagat perbikeran.

Perempuan asal Boyolali ini, mengabadikan dirinya setibanya di Nol Km, sabang di Nanggroe Aceh Darussalam pada Selasa sore. Dalam keluarga besar Honda revo Club (HRC) Jakarta klub motor yang menaunginya, Farah menjadi bikers ketiga yang sudah menyentuh Titik Nol Km. Sebelumnya ada Bro Bismo dan Bro Iyus.

Baca juga :  Touring Forwot 2019 Berikan Puluhan Helm Berisi Slogan Etika Berkendara

Mencapai Sabang menjadi perjalanan touring terpanjang dalam hidup Farah. “Saya sudah lama bermimpi bisa ke Tugu Nol Km Sabang. Kebetulan sekolah pun masih libur. Sekaranglah kesempatan saya untuk mewujudkan mimpi ini,” ungkap warga Cibubur ini.

Sebelumnya, bersama clubnya, Honda Revo Club (HRC) Jakarta, Siti farah paling jauh touring ke HBD Pangandaran 2019. Namun, mengaspal jauh dengan motor Honda Revonya sering dia lakukan jika pulang ke kampung halamannya. “Dalam bermotor dia cukup tangguh,” kata Ketua HRC Jakarta Bro Saipudin.

Baca juga :  HUT TNI ke-75, Komunitas Pajero Indonesia One Gelar Baksos Peduli Veteran

Tentang solo Riding ini, Penasehat HRC Jakarta Bro Fuad mengatakan, telah disampaikan Farah beberapa pekan sebelum keberangkatan. Rekan bikers pun amat mendukung solo riding ini dengan terus memantau keberadaan Farah di perjalanan.

Farah yang bergabung dengan HRC Jakarta sejak tahun 2018 ini berangkat dengan dilepas rekan bikers pada saat Kopdaran Sabtu, 4 Juli di Wisma Wahana, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dia juga dikawal tiga bikers hingga sampai Pelabuhan Merak, Banten.

Memulai touring di Sumatera, Farah mengambil jalur timur, mulai dari Lampung, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Medan dan Aceh hingga Sabang. Tim HRC yang memantau perjalanannya, menyatakan Farah dalam perjalanan baik-baik saja. Motornya pun tak mengalami kendala sama sekali. Hanya cuaca saja, seperti hujan yang menghentikan perjalanannya.

Baca juga :  Lupakan Masa Kelam, MMC Outsiders Mulai Era Baru

Tak lama di Sabang, tanggal 15 Juli, Farah kembali menuju Jakarta dengan mengambil jalur barat Sumatera yang lebih menantang dengan menyusuri pantai barat Sumatera. Mulai dari Meulaboh, Sibolga, Padang, Bengkulu dan Lampung. Semangat Bu Guru! Semoga selamat sampai di rumah lagi. [Po/Haz]