JAKARTA – Bos Aprilia, Massimo Rivola mengatakan sanksi yang dijatuhkan FIM kepada Andrea Iannone dinilai tidak masuk akal. Akibat kasus doping yang menjerat Iannone, rider berpaspor Italia tersebut dilarang balapan selama 18 bulan.

Rivola menilai, Iannone harusnya dibebaskan karena zat steroid di tubuh Iannone berawal dari sebuah ketidaksengajaan yang berasal dari daging yang sudah terkontaminasi.

Baca juga :  Bottas Juara di Seri Pembuka F1 Austria, Vettel Finish 10

“Hukuman kepada Andrea membuat kami bingung. Para hakim mengakui ketidaksadaran Andrea dalam mendapatkan zat tersebut. Mereka membenarkan argumen kontaminasi makanan. Karena alasan ini, hukuman yang dijatuhkan tidak masuk akal,” kata Rivola.

“Andrea seharusnya dibebaskan. Ini adalah kasus pertama sanksi karena pencemaran makanan. Tak satu pun dari kita yang tahu pasti apa yang kita makan. Ada ketidakkonsistenan antara peraturan dan kehidupan nyata,” lanjutnya.

Baca juga :  AKOC 2020 Seri Perdana Berlangsung Akhir Pekan Ini di Sentul Bogor

Oleh karena itu, Aprilia dan Iannone akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga di Lausanne, Swiss.

“Seperti yang selalu terjadi pada atlet yang terkontaminasi, situasi ini membuat kita punya harapan untuk banding secepatnya. Kami ingin Andrea kembali ke Aprilia RS-GP. Kami akan berada di sisinya sampai akhir masalah ini dan kami akan mendukungnya dalam permohonannya (banding),” tutup Rivola. [po/rst]