KARAWANG – Putaran Keempat Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2021 yang berlangsung di Meikarta, Karawang mulai bergulir. Persaingan seru di putaran terakhir dalam kalender Kejurnas Sprint Rally 2021 ini sudah berlangsung sejak hari pertama, Sabtu (27/11). 

Dua pasangan pereli yang menjadi pesaing utama Rifat Sungkar/M. Redwan yaitu Ryan Nirwan/Adi Indiarto dan H. Rihans Variza/Andy Rendy langsung menggenjot penampilan mereka sejak SS 1. Rifat Sungkar, yang relatif aman diposisi puncak klasemen Kelas M1, mencoba bermain tenang. Di SS pertama Rifat belum mengeluarkan kemampuan penuh Mitsubishi Xpander AP4.  Pereli andalan Mitsubishi Xpander Rally Team itu mencoba memetakan persaingan yang ada terlebih dahulu.

“Saya mungkin baru mengeluarkan 70%-80% kemampuan Xpander AP4,” ujar Rifat.

Di SS 1 catatan waktu ketiga pereli papan atas itu cukup rapat. Ryan Nirwan membukukan waktu 4 menit 08,17 detik, sementara H. Rihan menorehkan 4:09,49 dan Rifat Sungkar sendiri meraih 4:09,22.

Baca juga :  Andi Gilang Resmi Gantikan Dimas Ekky di GP Moto2 2020

Selain ketiga pereli nasional yang bersaing meraih mahkota juara, Kelas M1 diramaikan pula oleh kehadiran duo pereli dari Tim Jagonya Ayam yaitu Sean Gelael dan pereli asal Portugal Nuno Pinto. Kedua pereli tersebut cukup menyedot perhatian karena mampu menyaingi para pereli papan atas. Bahkan SeanGelael, pebalap yang berlaga di arena F2 dan World Endurance Championship, mampu bertengger di posisi teratas pada SS1.

“Sean Gelael tampil bagus, tapi dia kan tidak ikut bersaing dalam perebutan gelar, jadi saya tidak merisaukannya,” ucap Rifat.

Pada SS2 yang dimulai pada siang hari terjadi kecelakaan cukup fatal menimpa Sean Gelael. Mobil Citroen C3 yang dikendarainya sempat jungkir balik dan membuat mobil andalan tim Citroen WRC itu hancur. Untung saja Sean dan Bambang Soestayo, Ketua PP IMI, yang menjadi navigatornya tidak mengalami cedera.

Baca juga :  Kantor PT Bridgestone Tire Indonesia Kini Dalam Satu Area

Lokasi dimana Sean mengalami kecelakaan memang sempat menjadi sorotan para pereli. Pasalnya area gravel yang menjadi penghubung dengan trek aspal itu cukup berbahaya dengan kehadiran lumpur yang cukup dalam.

“Gravel di bagian itu memang cukup berbahaya, lintasannya bergelombang dan terdapat lumpur yang cukup dalam,” papar Rifat.

Di area itu pula Rifat sempat mengalami kendala. Mobilnya sempat mati akibat throttle sensor-nya bergeser gara-gara terbanting keras di area dimana Sean mengalami kecelakaan. Di SS2 ini Rifat mencatatkan waktu 4:24,45.

Menurut Rifat, karakter lintasan Meikarta kali ini terbilang tidak beraturan. Keberadaan area gravel dengan permukaan bergelombang dan kehadiran lumpur menjadi rintangan yang membahayakan. Di sisi lain, lintasan kali Meikarta yang baru ini membutuhkan perhitungan yang matang dalam pemilihan setup kendaraan. Lintasan aspalnya yang mulus sangat berlawanan dengan bagian gravel yang bergelombang.

Baca juga :  Pembalap Honda Indonesia, Bidik Rekor di Seri Akhir ARRC 2019

Menghadapi hari kedua di hari Minggu (28/11), Rifat Sungkar berjanji akan tampil lebih baik menjalani dua special stage yang tersisa. Ia akan berusaha keras untuk meraih gelar Juara Nasional di Kelas Umum. “Persaingan di Kejuaraan Umum cukup ketat. Di kelas ini, Saya memang belum berada di posisi teratas namun masih ada peluang untuk menjadi pemenang,” ujar Rifat optimis. [Po/Rls]