JAKARTA – Banyak orang yang beranggapan kalau perawatan kendaraan Hybrid akan jauh lebih rumit dibandingkan kendaraan gasoline atau mesin bensin. Namun kenyataannya tidak begitu.

Pada dasarnya perawatan atau service kendaraan hybrid nyaris sama dengan kendaraan non hybrid. Beberapa aspek perawatan tidak ada yang berbeda seperti bagian engine, sasis, dan electrical.

Hanya saja, untuk kendaraan hybrid ada penambahan pengecekan pada bagian pendingin baterai.

“Untuk service berkala, baik hybrid maupun non hybrid itu sama saja. Item dan waktu servicenya juga sama. Tapi untuk hybrid ada tambahan pengecekan di bagian pendingin baterai,” ujar Faozan, kepala bengkel Auto2000 Banyuwangi, Jawa Timur beberapa waktu yang lalu.

Baca juga :  Lengkapi Varian Kendaraan Elektrifikasi, Toyota Siapkan Jenis BEV

Faozan menambahkan pendingin baterai menjadi salah satu part penting untuk kendaraan hybrid sehingga setiap 6 bulan harus dicek dan dibersihkan. Jika harus diganti harganya juga cukup murah hanya Rp 60 ribu.

“Karena hybrid ini kan enginenya ada dua, jadi ada item pendingin baterai itu yang harus diperhatikan. Karena baterai ini kan voltasenya tinggi jadi sangat panas. Jadi hanya ini penambahan pengecekan di hybrid,” terang Faozan.

Baca juga :  PT EMI Resmi Luncurkan All-New Mazda CX-8 untuk Pasar Indonesia

Mobil hybrid adalah mobil yang memiliki dua jenis mesin yakni mesin bensin dan mesin listrik. Mobil jenis ini disebut-sebut sebagai solusi sebelum menuju kendaraan full electric (mobil listrik).

Beberapa brand besar saat ini sudah mulai memasarkan beragam jenis kendaraan hybrid seperti Toyota, Mitsubishi, dan Nissan. [po/rst]