JAKARTA – Pegadaian memang mungkin tidak terlalu akrab dengan millenial. Karena umumnya orang tahu Pegadaian adalah tempat menggadaikan barang ketika seseorang membutuhkan uang.

Tapi itu dulu, zaman terus berubah dan Pegadaian pun terus bertransformasi ke arah bisnis yang makin dinamis dan inovatif.

Adapun beberapa layanan baru Pegadaian antara lain pembiayaan kendaraan serta tabungan emas.

Layanan ini diberi nama Amanah yang berada dibawah Pegadaian Syariah. Untuk pembiayaan Amanah ini tidak menggunakan bunga melainkan mun`ah. Biaya mun`ah sebesar 0,9 persen dikali harga kendaraan yang dibayarkan per bulan.

Baca juga :  Karena Corona, Toyota Tutup Sementara Pabrik di China

“Untuk DP pembiayaan mobil itu 20 persen dari harga barang, sedangkan untuk motor itu 10 persen dari harga barang. Lama kredit 1-3 tahun untuk dibawah Rp 100 juta dan bisa sampai 5 tahun untuk harga Rp 400 juta,” jelas Amalia Komalasari, Kepala Cabang Pegadaian Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selain itu, produk baru dari Pegadaian Syariah yakni Tabungan Emas. “Sekarang kita coba new market lewat virtual acount yang namanya tabungan emas. Tabungan Emas adalah layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau. Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas. Kita akan mengarah ke situ dan kita ingin menyasar kaum millenial,” beber Amalia.

Baca juga :  Vespa Dicuri, Ketemu Setelah Maling Pamer Motor di Medsosnya

Top up saldo Tabungan Emas dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital Service. Pembelian emas dengan harga terjangkau (mulai dari berat 0,01 gram) serta mudah dan cepat dicairkan untuk memenuhi kebutuhan dana nasabah.

Tak hanya itu, demi membuka gerbang ke dunia millenial, kantor Pegadaian saat ini juga sudah dilengkapi dengan coffee shop bernama The Gade Kopi. “Alasan kita buka the Gade Kopi karena memang kita menyasar millenial yang tentunya akan menggantikan nasabah-nasabah kita yang sudah tua. Di sini (Gade Kopi) jadi pendekatan kita juga untuk mensosialisaikan program untuk banyak komunitas,” jelas Amalia. [po/rst]

Leave a Reply

Your email address will not be published.