TANGERANG – Parjo atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pasar Jongkok, sebuah wadah untuk anak muda kreatif di industri otomotif turut berpartisipasi di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang berlangsung dari tanggal 18 – 28 Juli 2019 di ICE, BSD, Tangerang.

Di GIIAS 2019 ini, booth Parjo yang berlokasi di Hall 10 ICE, BSD memamerkan tiga modifikasi dari motor Kawasaki W175. Ketiga motor modif ini merupakan karya dari bengkel custom beraliran japs tracker and scrambler, yakni Street Art Custom (SAC) yang berlokasi di Depok.

Bekerjasama dengan Parjo, SAC menampilkan motor modifikasi bergaya Urban Tracker berwarna hijau, Cafe Racer berwarna biru dan Japs Style berwarna silverstone.

Salah satu modifikator bernama Egi Sutonik menjelaskan bahwa alasannya menggunakan motor Kawasaki W175 sudah mengusung genre yang sesuai dengan aliran modifikasi Retro Classic, sehingga tidak memakan waktu lama dari sisi pengerjaannya.

Baca juga :  Yamaha Luncurkan TVC FreeGo di Youtube, Cekidot !

“Di GIIAS ini target kita adalah orang-orang yang mau motor custom tapi enggak mau ribet. Pengerjaan modifikasi W175 terbilang cepat,” kata Egi.

Selain itu, harga modifikasi Kawasaki W175 juga cukup terjangkau yakni hanya dengan banderol sekitar Rp 19 juta.

“Kita tidak memotong rangka namun melakukan setting karbu karena basic-nya Kawasaki W175 memang susah untuk nyala. Setting karbu ini masuk dalam paket harga modifikasi itu,” kata Egi.

Lalu, ban motor diganti dengan ukuran lebih besar agar terkesan lebih gahar. Ban yang digunakan adalah tipe ban Shinko E270 dan E275.

“Kita air brush ulang, headlamp pakai daymaker, lampu sein ada yang pakai led jaring dan sein klasik, jok custom terbuat dari kulit semi sintetis matras dengan menyesuaikan bentuk rangka dengan motif jahit. Velg yang basic-nya ring 17 harus disesuaikan dengan ukuran ban,” terang Egi.

Baca juga :  Ini Perbedaan Kawasaki KLX 230 Versi Indonesia dengan Amerika

Untuk shock breaker belakang, SAC menggunakan Ride It GP ukuran 340. Spion dengan diameter datar atau cembung menggunakan CNC Rizoma. Kesan gahar semakin mantap ketika knalpot yang digunakan ini adalah knalpot handmade dengan suara yang sedikit nge-bass namun tetap dalam regulasi aman.

“Tambahannya spakbor diganti, leherannya ada ref, pelindung mesin bawah," tambah Egi yang kemudian menjelaskan bahwa nantinya, semua part orisinil motor akan dikembalikan ke konsumen. Mereka juga akan mendapat garansi custom 1 bulan dan garansi painting 3 bulan. Semua part balik ke selera konsumen. Kita tetap edukasi kenapa kita pakai part itu,” beber Egi.

Untuk rangka, juga masih aman karena masih sesuai dengan regulasi. Yang pasti motor akan tetap nyaman dipakai.

Baca juga :  Ini Pemenang Lomba Photo Autochem Contest di GIIAS 2019

Untuk memperkuat kesan klasik, speedometer juga diganti. “Terkadang ada beberapa konsumen yang ingin menggantinya dengan model digital. Tapi kita tetap menyarankan original supaya dapat garansi dan servis resmi dari Kawasaki,” jelas Egi.

Semua part yang dipakai juga bersifat plug and play. Lama pengerjaan kurang lebih memakan waktu tiga minggu dengan syarat semua part tersedia. Namun jika memang tidak, SAC menjanjikan waktu pengerjaan paling lama sebulan. Tertarik, yuk mampir ke booth Parjo di GIIAS. [po/rst] 

Leave a Reply

Your email address will not be published.