JAKARTA – Usulan pajak nol persen untuk kendaraan baru merupakan salah satu upaya agar geliat sektor industri otomotif kembali bergairah setelah sempat dihantam oleh pandemi Covid-19.

Namun sayangnya, usulan tersebut belum bisa terealisasi. Meski demikian, pihak Kementerian Perindustrian membantah kalau insentif pajak nol persen kendaraan baru ditolak oleh Kementerian Keuangan, melainkan masih harus melalui kajian mendalam.

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika, Taufiek Bawazier menegaskan bahwa pihaknya akan terus mencari formula kebijakan yang tepat demi mendorong sektor otomotif.

Baca juga: Mengembalikan Geliat Sektor Otomotif Lewat Kebijakan

“Kami sebagai pembina industri nggak pernah putus asa. Di Kementerian Keuangan kami terus dorong karena ini punya dampak yang bagus menurut kaca mata kita. Tapi kalau pertimbangan keuangan itu lain ya nggak masalah,” terang Taufiek Bawazier dalam sesi diskusi virtual bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot), Kamis (12/11/2020).

Baca juga :  Astra Auto Fest 2019 Akhir Pekan Ini Tawarkan Kredit Sesuai Tenor

“Selama policy (kebijakan) itu punya nilai yang bagus dan dampak yang besar terhadap masyarakat baik industrinya ya kami akan dorong. Secara teknokratik kami akan dorong ini gambaran besarnya dari sisi teknisnya mudah-mudahan mereka tergerak,” lanjutnya.

Taufiek menambahkan bahwa kontribusi sektor industri itu sebesar 20 persen terhadap perekonomian, dan 10 persennya berasal dari otomotif. Sehingga ketika sektor otomotif lesu, maka performa ekonomi keseluruhan juga akan terdampak.

Baca juga :  Kemenperin Fasilitasi Industri Pelumas Melalui Pameran Industri 4.0

Berdasarkan data yang ada, jumlah tenaga kerja yang terserap di industri otomotif dan pendukungnya berjumlah sekitar 1,5 juta orang, mulai pabrikan otomotif 22 perusahaan yang menyerap 75 ribu pekerja, kemudian tier satu, dua, dan tiga pemasok komponen di bawahnya, sampai diler kendaraan, bengkel, perusahaan pembiayaan dan bank.

Oleh karena itu, sektor otomotif menjadi area vital yang harus digenjot dan disaat seperti sekarang inilah pentingnya peranan konsumen untuk membeli kendaraan. Caranya tentu saja dengan beragam instrumen yang memberikan kemudahan, jika usulan pajak nol persen belum bisa terealisasi, Kemenperin pun mengaku tetap mencari formula lainnya.

Baca juga :  Menperin Agus Optimistis Industri Otomotif Melesat di Semester II

“Ya paling tidak secara formil kita sudah suarakan. Mudah-mudahan ada instrumen lain bukan nol persen tapi yang lain yang bisa mendukung. Saya kira kesempatan itu yang akan kami gunakan,” beber Taufiek. [po/rst]