JAKARTA – Mobil yang terkoneksi dengan internet memang menjadi tren baru ataupun standar baru kendaraan masa depan. Tapi mobil seperti ini ternyata berpotensi menjadi sasaran hacker iseng.

Terutama mobil swakemudi yang dilengkapi piranti software komputer, sensor, dan teknologi seluler yang dapat dimanfaatkan peretas untuk menyabotase sistem atau bahkan mengambil alih kontrol kemudi.

Hal ini dikarenakan, mobil swakemudi berkomunikasi secara real time dengan cloud dan infrastruktur kota pintar termasuk GPS.

Baca juga :  New Carry Pick-Up Ikut Pulihkan Ekonomi Indonesia

Kepala eksekutif GuardKnox, Moshe Shlisel, memberikan contoh seorang peretas yang dengan jarak jauh dapat mengendalikan sebuah truk tangki berisi bahan bakar untuk ditabrakkan ke sebuah gedung.

Keamanan siber telah menjadi bagian integral dari rekayasa kendaraan sebagai bagian dari upaya keselamatan kecelakaan, menurut mantan anggota Council for Automobile Cybersecurity, Henry Bzeih, yang berbicara di CES 2020.

Baca juga :  New Toyota Hilux Punya Banyak Fitur Baru, Harga Mulai dari Rp241 Juta

“Konektivitas adalah alasan mengapa ini terjadi. Sekarang, semua elemen harus dirancang dengan mempertimbangkan keamanan siber,” kata Bzeih, dikutip dari AFP.

Tahun lalu di Chicago, puluhan mobil mewah dicuri dengan meretas aplikasi Car2Go milik Daimler.

Lima tahun lalu, sebuah penelitian keamanan siber dari jarak jauh juga dapat mengambil alih kendali Jeep Cherokee dengan meretas sistem infotainmentnya, yang memicu penarikan kendaraan tersebut. [Po/rst]

Leave a Reply

Your email address will not be published.