JAKARTA – Anjloknya bisnis General Motors di masa pandemi global Covid-19 membuat raksasa otomotif Amerika serikat tersebut harus memangkas gaji karyawannya yang berjumlah 69.000 orang di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut 6.500 orang merupakan pekerja asal Amerika Serikat.

GM memangkas upah karyawannya sebesar 20 persen dari total gaji yang harusnya didapat. Akan tetapi pihak GM berjanji akan melunasi kekurangan yang didapat karyawan beserta bunga pada Maret 2021 mendatang.

Baca juga :  SUV Produksi Karawang Berikan Pertumbuhan Ekonomi Positif Bagi Indonesia

“Pembayaran yang dikurangi akan dikembalikan sekaligus dengan bunga paling lambat tanggal 15 Maret 2021,” jelas keterangan resmi GM dikutip dari Autoevolution.

Manajemen GM menegaskan, pemotongan ini hanya berlaku untuk gaji, sedangkan benefit lain seperti tunjangan kesehatan dan lain-lain yang didapat karyawannya tidak mengalami perubahan.

Penjualan mobil di AS diperkirakan akan turun lebih dari 15 persen pada tahun 2020 dikarenakan pandemi Covid-19. Tak hanya pasar AS, namun pasar global otomotif juga mengalami penurunan drastis.

Baca juga :  Bantuan Corona Astra Tahap 5 Diserahkan, Ventilator Rp20,8 Milyar

Dengan kondisi seperti ini, maka dipastikan juga berpengaruh pada mandeknya pengembangan generasi terbaru dari produk-produk mobil dibawah naungan GM seperti Chevrolet dan Cadilac yang cukup populer di negeri Paman Sam. [po/rst]