JAKARTA – Formula E akan menghadirkan inovasi pada musim 2022/2023 mendatang dengan kehadiran mobil Gen3, model generasi terbaru Formula E yang diklaim lebih cepat dan lebih ringan dari sebelumnya.

Dilansir dari Carscoops, FIA mengungkapkan bahwa mobil-mobil baru akan mempertahankan motor listrik yang dipasang di belakang seperti versi saat ini tetapi juga termasuk motor listrik sekunder di bagian depan.

Namun, motor kedua ini hanya akan digunakan untuk memulihkan energi, bukan menyemburkan tenaga, yang berarti bahwa mobil Gen3 akan tetap menjadi penggerak roda belakang.

Baca juga :  Resmi, Jakarta Tuan Rumah Formula E 2020, Catat Tanggalnya

Secara dimensi Gen3 akan sedikit lebih kecil pada 5.000 mm dan lebar 1.700 mm. Total berat termasuk pengemudi juga akan berkurang dari 900 kg (1.984 lbs) saat ini menjadi 780 kg (1.719 lbs), dengan penghematan hampir 100 kg (220 lbs) yang berasal dari baterai yang jauh lebih ringan.

Tak hanya itu, musim Formula E 2022/2023 juga akan menjadi pengenalan pengisian kecepatan tinggi selama balapan. Selama beberapa musim pertama Formula E, pembalap harus menukar mobil di tengah lomba, kali ini baterai yang ada cukup untuk menjalani seluruh balapan.

Baca juga :  Juara di Austin 2019, Rins Penguasa Baru GP American

Ada dua skenario powertrain yang sedang dipertimbangkan oleh FIA. Yang pertama mempertimbangkan daya dibatasi pada 300 kW (402 HP) selama balapan dan 350 kW (470 HP) selama kualifikasi atau ketika mode menekan dan peningkatan kipas diaktifkan.

Skenario kedua akan melihat daya balap dibatasi pada 250 kW (335 HP) dan daya kualifikasi terbatas hingga 300 kW (402 HP).

Baca juga :  Sambut WRC 2020, Toyota Gazoo Racing Luncurkan Formasi Baru

FIA sendiri dijadwalkan bakal merampungkan regulasi untuk musim Formula E 2022/2023 pada Juni 2020. [po/rst]

Leave a Reply

Your email address will not be published.