INGGRIS – Menyetir sambil mendengarkan musik menjadi hal yang umum saat berkendara, musik dapat membantu mengurangi rasa jenuh saat perjalanan.

Namun teryata saat berkendara. Menyetir dengan mendengarkan musik bisa menjadi bencana.

Begitu setidaknya menurut penelitian dari perusahaan pembiayaan asal Inggris Moneybarn baru – baru ini merilis sebuah penelitian yang menjelaskan bagaimana pemilihan musik saat berkendara dapat mempengaruhi pengemudi.

Diketahui bahwa lagu dengan tempo yang melebihi 120 detik per menit (dpm) dapat membuat pengemudi tanpa disadari mengemudi lebih cepat dan agresif, yang membuat mereka bertanggung jawab atas kecelakaan yang terjadi. selain itu lagu berenergi tinggi (beat tinggi) terlepas dari tempo dapat memiliki efek yang sama. seperti volume suara dari lagu yang dihasilkan, memperlambat reaksi dan meningkatkan detak jantung semakin tinggi.

Baca juga :  AHM Kembali Salurkan 990 Sembako untuk Pendukung Petugas Medis

Dengan mengunakan data dari Spotify aplikasi layanan streaming musik digital, Moneybarn.com menyusun daftar lagu yang paling umum menemani selama di perjalanan, dengan memberi peringkat listing menurut tempo musik dari setiap peringkat karakter lagu tersebut.

Terdapat lima lagu di Inggris yang dinilai, pengemudi bisa saja mendapatkan masalah bila mendengarkan musik ini saat berkendara di jalan.

The Chainsmokers ‘”Don’t Let Me Down” adalah lagu yang paling umum di putar saat mengemudi, dan memenuhi syarat sebagai katagori musik berbahaya untuk rating energi di atas rata-rata dan tempo yang tinggi dari 160 dpm.

Baca juga :  Mobil Lubricants Indonesia Gandeng Musisi Sebagai Influencer

Selanjutnya terdapat, Chicken Fried di playlist yang paling umum didengarkan, meskipun tidak memiliki energi lagu yang tinggi dengan konten lirik relatif slow.

Sebagai lagu ke-12 yang paling umum di daftar putar pengemudi. AC / DC “Back in Black” memiliki tempo 188 dpm. konten lirik dan beat musik berenergi tinggi, menjadikan lagu ini sangat beresiko tinggi.

Miley Cyrus, musik yang hadir diakhir tahun 2000-an memiliki peringkat ke-48 lagu yang paling umum diputar diplaylist saat mengemudi, memiliki tempo 192 dpm.

Baca juga :  Malam Ini, Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non Subsidi

Lagu terakhir Green Day dari album “American Idiot” lagu yang mengkritik budaya Amerika di awal tahun 2000-an, dengan aliran punk rock, memiliki tempo peringkat ketiga, 186 dpm dan rating energi musik tertinggi. [Po/Ajr]

Leave a Reply

Your email address will not be published.