JAKARTA – PT Mandiri Tunas Finance menilai kebijakan uang muka atau down payment (DP) 0 persen untuk kredit kendaraan bermotor yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebenarnya memiliki dampak positif untuk menstimulus volume pembiayaan kendaraan.

Namun ada beberapa hal yang masih menjadi pertimbangan dari perusahaan pembiayaan.

Menurut Arya Suprihadi selaki Direktur Utama PT Mandiri Tunas Finance, kebijakan DP 0 persen sangat mungkin diberikan oleh perusahaan pembiayaan kategori sehat dan memiliki Nonperforming Finance (NPF) di bawah 1 persen.

Baca juga :  Suzuki Raih Penjualan Positif Selama JFK 2019 Berlangsung

Akan tetapi, MTF sendiri ternyata belum berani untuk memberikan DP 0 persen. Saat ini MTF lebih memilih untuk mengkaji lebih dalam soal potensi resiko.

“Sebagai gambaran sampai dengan saat ini portfolio MTF itu kategorinya lebih condong ke arah DP yang besar. Jadi hampir 82 persen produk Mandiri Tunas Finance itu berasal dari DP di atas 20 persen sampai dengan saat ini,” ujar Arya.

Baca juga :  DFSK Tawarkan Konsumen DP 0% untuk Pembelian Kendaraan

Kekhawatiran lainnya, Arya, menilai DP rendah pastinya memiliki bunga yang tinggi sehingga bisa mempengaruhi konsumen saat mengambil keputusan.

“Jadi kalau bunganya tinggi konsumen biasanya tidak mau kredit kendaraan. Itu juga salah satu aalasan kenapa kami tidak mau mengeluarkan DP 0 persen,” beber Arya.

Tak hanya itu, dari data yang dimiliki MTF, DP rendah selalu beresiko karena beban kredit yang jauh lebih berat dibandingkan DP tinggi. [PO/Rst]

Leave a Reply

Your email address will not be published.