JAKARTA – Pagelaran akbar modifikasi Indonesian, Kustom Kulture Festival, KUSTOMFEST 2018: Color of Difference berjalan sukses pada Oktober 2018 silam.

Ribuan pengunjung memadati area indoor dan outdoor Jogja Expo Center, yang menjadi arena acara.

Sebanyak 148 motor kustom dan 28 mobil tampil dengan kreasi seni kelas tinggi. Sebagai langkah dalam upaya terus mendukung pergerakan dunia kustom kulture di Tanah Air, Kustomfest kembali membuktikannya dengan mengajak 8 builder Indonesia kontes di luar negeri.

Motor-motor terbaik ini bakal tampil di acara The 27th Annual Yokohama Hot Rod Custom Show 2018, 2 Desember mendatang di Pacifico Yokohama. Insan modifikasi Indonesia terbang ke Jepang dalam program “KUSTOMFEST Indonesian Attack 2018”.

Program KUSTOMFEST Indonesian Attack 2018 merupakan yang kedua kalinya digagas untuk mengangkat potensi keberagaman para builder Indonesia agar bisa bersaing di level internasional dengan segala kreativitas, ide dan inovasinya. 

Ini tidak lepas dari tujuan KUSTOMFEST dalam mendorong industri kreatif otomotif Indonesia dengan segala keberagamannya yang tersebar di seluruh Nusantara.

Baca juga :  Lewat karya 'The 29' Kromworks Kembali Raih The Best Kustom Bike Show 2018

Bukan sekadar tampil, namun motor kustom yang bernaung dalam KUSTOMFEST Indonesian Attack 2017 telah membuktikan mampu diapresiasi oleh dunia internasional pada 26TH Annual Yokohama Hot Rod Custom Show 2017 lalu dimana dua motornya mendapat penghargaan bergengsi.

Menurut Director KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, tahun ini kontingen KUSTOMFEST Indonesian Attack 2018 ke Yokohama Hot Rod Custom Show sebagai salah satu kiblat utama skena kustom kulture dunia, tampil dengan kualitas tinggi dan memperlihatkan identitas masing-masing builder.

Dari ajang KUSTOMFEST 2018 akhirnya diberangkatkan 8 motor kustom terbaik yakni The Falcon karya Queenlekha Choppers (Yogyakarta), Kanjeng Nyai karya Psychoengine (Purwokerto) My Baager karya Imagineering Customs (Jakarta), Badak Agung karya AMS Garage (Bali), RCG 545 Chopper karya Ndra King (Bandung), Gerald 22 karya Geges Garage (Pekanbaru), Drakon karya Imagineering Customs (Jakarta), dan Gajah Ireng karya AMS Garage (Bali). 

“Semuanya datang dengan desain yang berbeda dan ini menjadi ciri khas Indonesia dimana dengan segala budaya dan keberagaman yang ada justru menjadi kekuatan untuk bersatu mengangkat nama bangsa,” sebut Director KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi.

Baca juga :  Kustomfest 2019 Gerakkan Roda Ekonomi Yogyakarta

Seperti tahun lalu, KUSTOMFEST Indonesian Attack 2018 juga mendapat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatf (Bekraf) sebagai bukti bahwa desain produk berupa rancang bangun motor kustom merupakan sebuah kekuatan bangsa Indonesia dengan sumber daya alam melimpah.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan KUSTOMFEST baik domestik maupun mancanegara.

“Kami mendukung langkah para pelaku dan penggiat industri kreatif Indonesia khususnya sub sektor desain produk di bidang otomotif  untuk tampil mendunia melalui KUSTOMFEST Indonesian Attack 2018,” ujarnya.

Baca juga :  Sang Legenda Pick Up Suzuki ST20 Jadi Juara 1 Kontes Legenda Carry

Apa yang dilakukan KUSTOMFEST, sambung Triawan, adalah sebuah langkah masif dan terstruktur dalam upaya memperkenalkan dan mempromosikan desain produk kreatif di level dunia, berupa rancang bangun kendaraan roda dua karya anak bangsa berbasis modifikasi.

Triawan juga menambahkan, soal dukungan Bekraf kedua kalinya ini, karena percaya para builder mampu menghasilkan karya yang unik dan berbeda tidak hanya di tanah air tetapi juga di mata dunia internasional. “Hal ini dapat memicu pelaku-pelaku pada sub sektor lain untuk semakin bersemangat dalam memajukan kualitas ekonomi kreatif di Indonesia,” tukasnya. [Po/Haz]

Leave a Reply

Your email address will not be published.