JEPANG – Sebelum resmi ditetapkan sebagai tersangka pengelapan keuangan,  Carlos Ghosn memiliki rencana sangat ambisius dalam dunia otomotif dengan berencana mengabungkan Nissan, Renault dan Mitsubishi.

Seperti diketahui produsen asal Prancis Renault memiliki 43.4 persen saham Nissan bahkan merek Prancis ini memiliki kekuatan untuk menentukan eksekutif senior di perusahaan Jepang tersebut.

Sedangkan disisi lain Nissan hanya memiliki 15 persen saham di Renault dan 34 persen saham Mitsubishi Motors yang diakusisinya pada Mei 2016.

Baca juga :  Geger, Showroom Kawasaki Greentech Hadir Megah di Pekanbaru

Jadi ambisi Ghosn bisa dikatakan merupakan “aliansi” yang cukup rumit, dalam mengambungkan ketiga merek untuk saling berinteraksi satu dengan yang lain.

Namun rencana Ghosn mendapatkan penentangan dari para dewan eksekutif Nissan.

Dewan Nissan menentang langkah penggabungan yang akan dilakukan oleh Ghosn, yang mengkhawatirkan bila rencana ini dijalankan akan terdapat kubu baru di perusahaan Renault, ditakutkan Nissan hanya akan menjadi anak perusahaan dari Renault.

Baca juga :  Mitsubishi Rilis Ketiga Produk Terbarunya di GIIAS 2019, Berikut Harganya

Rencana merger ketiga industri otomotif tersebut memunculkan isu membuat hubungan baik antara Ghosn dan CEO Nissan Hiroto Saikawa memburuk, Ghosn dikabarkan merasa tidak senang dengan kepemimpinan Saikawa di Nissan, terutama di china dan AS.

Sedangkan Saikawa sendiri tidak suka akan ide Renault yang memiliki akses ke cadangan kas Nissan lebih dari $ 10 Milyar atau setara Rp 145 triliun lebih.

Namun nampaknya dengan penangkapan Ghosn, ide merger dari ketiga merek ini telah mati setidaknya hanya meningalkan wacana. masa depan ide dari Ghosn hanya akan ada di pengganti apakah akan melanjutkan idenya atau menguburnya lebih dalam.[Po/Ajr]

Leave a Reply

Your email address will not be published.