JAKARTA – Penerapan BBM (bahan bakar minyak) berjenis minyak Solar dengan pencampuran bahan bakar nabati (BBN) Kelapa Sawit telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 41, akhir Agustus 2018 lalu.

Dalam Permen tersebut dijelaskan bahwa badan usaha BBM wajib mencampur BBN dengan Solar berbahan dasar fosil (Biodiesel).

Pencampuran dari minyak nabati 20% dan 80% solar ini diberi nama B20. Menangapi akan Permen ESDM no. 41 tersebut, Forum Wartawan Otomotif (Forwot) dan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) selaku salah satu produsen otomotif kendaraan diesel mengadakan diskusi pintar, Selasa (27/11), dalam tema “Roadmap Kebijakan Biodiesel di Indonesia”.

Berkaitan dengan itu Isuzu menyambut baik langkah kebijakan peraturan pemerintah akan pengunaan B20, saat ini mesin Isuzu telah mengunakan jenis mesin Common Rail yang membuat penguna mesin diesel Isuzu tanpa perlu kuatir akan dampak buruk dari isu- isu yang dihasilkan bila mengunakan B20.

Baca juga :  Bridgestone Indonesia Luncurkan Ban EMSA Premium di Indonesia

“Sebagian mesin Isuzu menggunakan mesin Common Rail yang siap menggunakan B-20 dalam menyongsong implementasi standart emisi EURO 4 pada tahun 2021, tanpa perlu dimodifikasi atau penambahan alat apapun,” ujar Ernando Demily selaku President Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

Selain itu Isuzu juga telah melakukan uji kelayakan akan pengunaan bahan bakar B20 ini dengan uji mesin selama 1000 jam, dan hasil dari pengujian tersebut mesin diesel Isuzu tidak mengalami masalah.

Mesin Common Rail Isuzu tidak membutuhkan pengecekan dan perawatan yang special ketika menggunakan bahan bakar B20 bila perawatan mesin sesuai dengan buku panduan pemilik kendaraan.

Baca juga :  Wahana Honda Ramadhan Fest 2019 Lippo Plaza Banjir Promo Menarik

Ditambahkan oleh Attias Asril, General Manager Marketing PT IAMI, banyaknya isu yang beredar bila mengunakan bahan bakar B20 akan menghasilkan performa mesin yang berkurang, tidaklah sepenuhnya benar.

“Secara prinsip hasil tes performa yang dilakukan Isuzu normal bila ada penurunan 2- 2,5% yang berpengaruh pada akselerasi atau power, ini lebih disebabkan oleh filter bahan bakar. Namun bila mengikuti buku panduan perawatan berkala dampak tersebut tidaklah berpengaruh pada kinerja mesin,” ujar Asril.

Lebih lanjut Asril menjelaskan pada dasarnya setiap 10.000 km kami mengajurkan agar rutin menganti filter bahan bakar yang berfungsi menyaring kotoran bbm.

Baca juga :  Berikut Jawara Basket Honda DBL 2019

“B20 itu memiliki sifat membersihkan, endapan di dalam tangki BBM akan terangkat dan terbawa menuju filter BBM, tugas filter menahan kotoran. Kotoran membuat aliran BBM ke mesin jadi tidak maksimal membuat performa mesin sedikit turun, selain itu pengunaan B20 juga tidak akan mengugurkan warranty claim, sehingga customer tidak perlu takut, Isuzu akan tetap memberikan pelayanan yang terbaik,” tutup Asril. [Po/Ajr]

Leave a Reply

Your email address will not be published.