JAKARTA – Kemenangan Andrea Dovizioso di seri pembuka MotoGp Qatar jadi polemik, setidaknya terdapat protes yang diajukan oleh beberapa Tim balap, diantaranya, Honda, Suzuki, Aprilia serta KTM. Protes yang dilakukan terkait penggunaan aerodinamika winglet di Desmosedici GP19.

Namun Mahkamah banding komisi Federasi Balap Motor International (FIM) menolak gugatan Honda, Suzuki, Aprilia dan KTM terhadap pemakaian singwarm winglet Ducati di seri MotoGP Qatar. FIM memutuskan perangkat tersebut sah dan tidak menyalahi regulasi teknis MotoGP 2019.

Baca juga :  13 Tahun Selenggarakan Balapan, Honda Sabet Penghargaan dari ISSOM Sentul

Putusan banding ini memperkuat putusan Panel Steward MotoGP Qatar. Dimana 4 pabrikan mengklaim swingarm winglet yang dipakai 3 pembalap Ducati bukan cuma buat pendinginan ban tapi punya dampak aerodinamika.

Atas keputusan tersebut Dovizioso tetap menjadi pemenang di balapan MotoGP Qatar. Desmodovi mengatakan tidak terlalu begitu khawatir bila hasil akhir dari keputusan FIM tersebut akan melarang tim Ducati mengunakan Winglet.

“Saya tak khawatir tentang poin. Kemungkinan terburuk, mereka akan melarang kami menggunakannya di seri balap kedepanya, tentang hal itu karena kami hanya memasang di motor saat warm-up. kami pun juga tidak punya banyak data dari perangkat tersebut.” ujar Dovizioso dalam konferensi pers jelang MotoGP Argentina.

Baca juga :  Sirkuit Silverstone Perpanjang Kontrak dengan MotoGP Berdurasi 1 Tahun

Para tim yang melakukan protes berangapan komponen tersebut hanya dapat digunakan saat lintas basah saat diguyur hujan. Perangkat winglet aerodinamika Ducati sebetulnya sama seperti Yamaha saat lintasan balapan basah di Valencia 2018, akan tetapi winglet yang terpasang di tim Garpu Tala tersebut hanya berfungsi untuk membelokkan percikan air agar tidak mengenai ban belakang. [Po/Byu]

Leave a Reply

Your email address will not be published.