DFSK

JAKARTA – Pasar kendaraan komersial di Indonesia terus bergeliat, dengan pangsa pasar yang cukup besar setiap tahunnya di Indonesia.

Melihat pertumbuhan yang sangat menjajikan, DFSK sebagai salah satu produsen otomotif asal China turut bermain di segmen ini.

Bila mengacu pada data yang dikeluarkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), untuk kendaraan Minibus & Blind Van mengalami pertumbuhan meski secara keseluruhan pasar otomotif nasional mengalami kelesuan hampir 11%.

Baca juga :  Jakarta Auto Week 2022 Diundur Hingga Maret

DFSK melihat adanya sebuah pertumbuhan yang cukup konsisten dan cukup cerah untuk turut bermain dipasar kendaraan Minibus & Blind Van.

Bila dirinci penjualan minibus di 2019 mencapai 18.300 unit dan mengalami pertumbuhan 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kemudian penjualan di segmen blind van mencapai 9.600 unit danmengalami pertumbuhan signifikan mencapai 15%.

Pertumbuhan ini yang kemudian memotivasi DFSK untuk melakukan ekspansi bisnis di segmen kendaraan komersial yang sebelumnya baru mencakup segmen pikap ringan.

Baca juga :  Konsumen Volvo PHEV di Inggris Gratis Biaya Isi Baterai Setahun

Menurut survey yang dilakukan oleh internal DFSK menunjukan, penggunaan model Minibus oleh konsumen di Tanah Air bisa menjadi dual purpose.

Pertama, Bagi konsumen perseorangan cenderung menggunakan kendaraan minibus sebagai kendaraan penumpang sebanyak 60% dan sisanya 40% digunakan untuk keperluan angkut barang.

Lain halnya dengan konsumen corporate atau perusahaan, sebanyak 60% minibus digunakan untuk keperluan mengangkut barangdan 40% nya sebagai kendaraan penumpang.

Berbeda dengan model Blind Van yang memang ditujukan untuk mendukung kelancaran berbagai bisnis konsumen di Indonesia.

Baca juga :  Penutupan GIIAS Seri Makassar 2019 Catatkan Kontribusi Positif

Penggunaan model Blind Van bisa digunakan untuk mendukung bisnis logistik, food & beverage, ambulance,ekspedisi, sosial car,dan berbagai kebutuhan lainnya. [Po/Adm]