JAKARTA – Komunitas Cortezian Indonesia melakukan kerjasama berserta Pertamina Lubricants untuk meresmikan Bengkel Otomoif Sebagai Inkubasi Kemandirian bagi penerima manfaat balai rehabilitasi sosial, Kementerian Sosial RI di Bekasi, 01 Oktober 2020 lalu.

Dua kolaborasi ini, menghadirkan Bengkel otomotif dilingkungan Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur Bekasi Timur, Jawa Barat.

Cortezian Indonesia terus konsisten berkolaborasi dengan pihak BRSEGP Pangudi Luhur bersama Pertamina Lubricants mengadakan program rehabilitasi sosial melalui Pelatihan daasar otomotif dengan peresmian Bengkel Luhur Motor .

Baca juga :  Di Harapan Indah, Bikers Honda Bekasi Gelar HBH & Syukuran Anniversary

Melalui program ini diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan bagi penerima manfaat untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru dengan lebih mandiri.

“Menyikapi kondisi ekonomi di masa pandemi, Kami paham betapa pentingngnya untuk dapat saling membantu satu sama lain. Hal ini mendorong kami, Cortezian Indonesia untuk terus membantu saudara kami, para penerima manfaat di Balai Rehabilitasi Sosial ‘Pangudi Luhur’ di Bekasi untuk dapat terus meningkatkan ketrampilan mereka agar lebih mandiri dalam menyongsong era kenormalan baru,” ungkap Kuntarto Rachmat,Presiden Cortezian Indonesia.

Baca juga :  Satgas RAFICO Bikin Stok Pelumas Pertamina Aman Hadapi Idul Fitri

Peresmian bengkel otomotif ini dilakukan secara simbolis melalui virtual yang dihadiri oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Dr. Ir. Harry Hikmat, M.si., Direktur RSTS dan KPO (Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang) Kementerian Sosial RI, Waskito Budi Kusumo,Kepala Balai BRSEGP Pangudi Luhur Kokom Komalawa, dan Perwakilan Pertamina Lubricants, Senior O6cer CSR M. Subhan.

“Kami yakin kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga binaan Balai Pengudi Luhur. Semoga langkah ini dapat memberikan inspirasi pada masyarakat umum, khususnya komunitas otomotif lainnya untuk semakin peduli sehingga dapat kembali bangkit di masa adaptasi kenormalan baru.” tutup Waskito.Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Dr. Ir. Harry Hikmat, M.si. [po/Rls]