LAMPUNG – Komunitas bikers BrothersipX (BSX) pekan kemarin baru saja melaksanakan Sunday Morning Ride untuk melepas penat di sela – sela suasana liburan imlek dan valentine day. Minggu (14/02).

Start setelah menjelang subuh dari kota Bandar Lampung rombongan menuju pantai Kedu Kaliandan Lampung Selatan, dengan rute tidak hanya melalui jalan beraspal namun juga medan gravel semi off road lintas Sumatera yang terkenal kondisinya medanya yang cukup menantang.

Jesi salah satu ladies bikers peserta fun touring sempat mengungkapkan keseruanya mengikuti touring wisata BrothersipX ini. “seru banget dari Jalinsum tiba – tiba rute melewati perkebunan yang asri juga sedikit handicap ala ala off road, jadi ada kesannya gitu”.

Baca juga :  Tugu Bikers Siap Berdiri di Danau Kelimutu-Ende

Riski Kurnia selaku koordinator ridewis ini turut pula memberikan tanggapanya, mengenai acara yang berlangsung kali ini, “menikmati liburan bareng BSX Family, riding – refreshing – eksis di destinasi wisata Lampung yang keren – keren memang jadi agenda kita”.

Tidak hanya sekedar wisata, riding kali ini juga di selipkan workshop / coaching clinic dari stunt rider pro Lampung Azis Fairu yang berbagi tips n trik seputar freestyle motorsambil memberikan atraksi interaktif bersama rombongan.

Baca juga :  Meriah, Sunmori & Silaturahmi Bikers se-Jabodetabek Sambut Bulan Puasa

“freestyle itu fun menyenangkan sekali, tetapi yang wajib untuk di ingat menyenangkan dan menghibur itu pada waktu dan tempat yang pas, bukan di jalan raya karena akan menambah citra bikers yang arogan dan ugal – ugalan dan so pasti membahayakan diri sendiri dan orang lain tegasnya.” ungkapnya.

Komunitas BSX selalu menyelipkan kegiatan positif dalam setiap acara yang digelar. Pelataran Gor Kalianda menjadi saksi agenda BSX di masa pandemi ini untuk tetap menjalin silaturahmi sesama anggota komunitas.

Baca juga :  Safety Campaign Award Adira 2019 CBR TAC Keluar Sebagai Sang Juara

Tentu patuh protokol kesehatan selama kegiatan riding tetap menjadi poin penting yang tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan warga sekitar.

“Harapan stigma buruk  masyarakat terhadap saudara – saudara bikers dapat ternetralisir dan dapat di ambil sisi positifnya”. tutup Riski. [po/Jdl-Byn]