JAKARTA – Kasus insiden kebakaran yang terjadi di SPBU 3413805 di Jl. Pagelarang, Cipayung, Jakarta Timur. Pada Jumat (11/10) kemarin berawal dari mobil Daihatsu Grand Max yang sedang melakukan pengisian BBM di SPBU.

Berdasarkan hasil dari investigasi, ternyata ditemukan fakta mengenai terdapatnya sejumlah drum dan peralatan pompa ditemukan di dalam mobil Daihatsu Grand Max yang terbakar ini.

Saat ini aparat Kepolisian tengah mencari pengemudi mobil, yang sesaat setelah kejadian ditinggal oleh pengemudinya. Pihak Kepolisian ingin mengetahui untuk apa isi muatan di dalam 5 drum tersebut. Diduga kuat drum dalam mobil memuat bahan yang dapat memicu api.

Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Marketing Operation Region III Dewi Sri Utami menyampaikan, berdasarkan rekaman CCTV, sumber api diduga bermula dari dalam mobil karena terlihat kilatan letupan yang disertai api, ketika operator SPBU belum selesai mengisikan BBM ke dalam tangki kendaraan.

Baca juga :  41 Milyar Dari Relawan Anak Bangsa Untuk Penanganan Covid-19

Kemudian api muncul dari bagian depan kendaraan dan pengemudi terlihat langsung keluar dari mobil lalu melarikan diri. Sementara beberapa petugas keamanan SPBU berupaya memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR) dan juga alat pemadam api beroda (APAB).

Namun api tidak kunjung padam, bahkan semakin membesar ke bagian belakang mobil hingga akhirnya menyambar dispenser dan bangunan SPBU.

Api mulai padam 30 menit kemudian dengan bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Baca juga :  Wacana Kota Bekasi Akan Mendirikan Sirkuit Balap Motor

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun kebakaran mengakibatkan SPBU tidak beroperasi.

Sebagai alternatif Pertamina menyarankan warga untuk sementara mengisi BBM di SPBU terdekat yakni di SPBU 3413803 di Jalan Raya Ceger atau SPBU 3417410 di Jalan Hankam Kranggan, Bekasi. SPBU tersebut berjarak sekitar 4 sampai 6 KM dari SPBU Jalan Pagelaran Cipayung. Adapun stock BBM dipastikan aman dan tetap dalam pemantauan.

Dewi menghimbau, masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan keselamatan saat mengisi BBM. Diantaranya dengan mematikan mesin kendaraan saat pengisian. Pastikan juga nozzle SPBU telah tercabut saat selesai pengisian dan sebelum menghidupkan kendaraan, tangki BBM sudah tertutup rapat.

Baca juga :  1000 Paket Sembako Donasi Rexco Pelumas & Konsumen Diserahkan

“Selain itu memastikan tangki BBM kendaraan merupakan standar pabrikan dan tidak ada modifikasi atau tangki tambahan di dalam mobil,” tegasnya.

Konsumen juga tetap mengutamakan aspek keamanan saat mengisi BBM di SPBU, tidak menggunakan telepon seluler, tidak merokok di area SPBU.

Pertamina berharap aparat Kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini, agar bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak. [Po/Adm]

Leave a Reply

Your email address will not be published.