JAKARTA – Banyak pertimbangan yang membuat konsumen sangat selektif dalam memilih model dan merk kendaraan yang ingin dibeli. Salah satu karakter konsumen Indonesia adalah selalu mempertimbangkan harga jual kembali dari kendaraan tersebut.

Artinya, kini konsumen sudah menganggap membeli mobil itu sebagai investasi, meskipun seiring berjalannya waktu, harga mobil akan terdepresiasi karena durasi pemakaian.

Namun, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar harga jual mobil Anda tetap stabil meskipun statusnya sudah mobil bekas.

Kualitas kendaraan sangat menentukan harga jual, maka dari itu melakukan servis berkala di bengkel resmi merupakan salah langkah tepat. Pasalnya, dengan merawat kendaraan di bengkel resmi, mobil anda dipastikan mendapatkan perawatan standar pabrikan seperti penggunaan genuine spare part.

Tidak kalah penting, hindari pemasangan aksesoris elektrikal yang sembarangan, beri perhatian lebih terhadap kondisi eksterior dan interior mobil, serta menggunakan bahan bakar yang direkomendasikan.

Selain itu, faktor jenis dan merek mobil juga menentukan harga jual kembali. Tentunya, mobil-mobil populer berjenis MPV saat ini adalah pilihan terbaik bagi Anda yang berniat untuk menjual lagi kendaraan.

Adapun jenis-jenis mobil segmen kendaraan keluarga atau small MPV, diantaranya Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, dan lain-lain.

Dari deretan mobil keluarga tersebut, salah satu small MPV yang sedang naik daun adalah Mitsubishi Xpander yang pertama kali diluncurkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 silam.

Berdasarkan pantauan dari beberapa car listing di Indonesia, mobil yang diluncurkan dalam lima varian itu mempunyai harga jual yang terbilang cukup stabil. Sebagai contoh, Mitsubishi Xpander keluaran tahun 2017 dilego pada harga kisaran Rp180 jutaaan dengan kondisi yang masih bagus dan mulus.

Baca juga :  Xpander Tons of Real Happiness Raih Dua Penghargaan Internasional

Sementara itu, mengacu pada riset internal PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sendiri menyebutkan harga Xpander bekas perakitan 2018 dan 2017 turun masing-masing 17,1-20,3%, sedangkan 2019 sebesar 14,8%, lebih rendah dibandingkan kompetitor di segmen yang sama dengan umur satu tahun.

Kualitas Xpander semakin dipertegas dengan beberapa penghargaan yang diterima di akhir tahun 2020. Mitsubishi Xpander mendapatkan penghargaan di ajang Gridoto Award pada 15 Desember 2020, sebagai mobil terbaik sekaligus mobil dengan harga jual kembali terbaik di kategori Small-MPV.

Sebagai informasi, harga Mitsubishi Xpander sendiri ketika pertama kali diluncurkan untuk varian terendah tipe GLX dijual Rp189,050 juta, tipe GLS di harga Rp208,550 juta, tipe Exceed MT di harga Rp214,550 juta, Exceed AT di harga Rp224,950 juta, tipe Sport di harga Rp237,150 juta, dan tipe teratas Ultimate di harga Rp245,350 juta.

Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura, beberapa waktu lalu mengungkapkan, bahwa Xpander lahir dari harapan dan keinginan masyarakat Indonesia akan mobil MPV kecil yang ideal. Beberapa penghargaan mobil terbaik yang diterima Xpander membuktikan, fitur, ragam layanan purna jual, dan kemudahan dalam biaya kepemilikan produk ini sangat relevan dengan ekspektasi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Tips agar harga jual Xpander tetap stabil

Bila melihat dari trend harga jual kembali, mobil dengan lambang tiga berlian ini boleh dibilang cukup stabil atau hanya sedikit mengalami depresiasi, lantaran dari sisi modelnya mobil ini cukup diminati sebagian besar konsumen keluarga di Indonesia. Lantas apa resepnya yang membuat resale value Mitsubishi Xpander terjaga?

Baca juga :  Perdana, All New Ertiga dan Nex II dikapalkan ke 20 Negara

Head of After Sales & CS Operation Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Boediarto, mengungkapkan untuk menjaga resale value (harga jual kembali) kendaraan kuncinya terletak pada kualitas produk dan ketersediaan layanan purna-jual.

“Untuk memastikan fungsi dari tiap komponen yang ada dikendaraan bekerja secara normal, dibutuhkan pengecekan baik melalui perawatan berkala di bengkel resmi maupun secara mandiri oleh pengguna terhadap kendaraannya,” ungkapnya.

Dengan selalu melakukan perawatan di bengkel resmi, mobil Anda akan memiliki histori perawatan yang terdokumentasi dengan baik. Calon pembeli mobil bekas, biasanya kerap menjadikan parameter ini untuk mengukur kualitas kendaraan. Bahkan tak sedikit dari calon pembeli akan meminta track record dari mobil yang akan dibeli. Nah, untuk menunjang hal itu, histori servis ini bisa diakses di semua bengkel resmi oleh pemilik, jadi Anda bisa mengoptimalkan harga jual kembali dari Mitsubishi Xpander dengan cara cerdas ini.

Bukan hanya itu saja, kondisi kabin mobil yang mulus dan terawat juga akan mempengaruhi harga jual kembali. Apabila dirasa perlu, cobalah sesekali dalam 6 bulan lakukan perawatan ke salon mobil untuk merawat interior (termasuk jok kulit) dan eksterior (termasuk ruang mesin).

Boediarto menambahkan, pemilik bisa menjaga umur mesin dan performanya dengan sangat mudah, yakni memastikan kualitas bahan bakar yang dimasukkan. “Dengan menggunakan bahan bakar yang direkomendasikan di buku manual membuat performa mesin terjaga,” ujar Boediarto saat dihubungi.

Baca juga :  Dirakit di Indonesia, Xpander Cross Meluncur di Vietnam

Belum lama ini PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) sebagai fasilitas manufaktur kendaraan Mitsubishi Motors di Indonesia telah mengumumkan dimulainya produksi mesin Mitsubishi Xpander sebagai upaya peningkatan rasio kandungan lokal menjadi sekitar 80%. Tersedianya fasilitas tambahan ini nantinya akan mampu memproduksi sebanyak 160.000 unit mesin Mitsubishi Xpander per tahun.

Torehan Penjualan

Dari sisi penjualan, PT MMKSI mengumumkan telah menorehkan penjualan positif retail kendaraan penumpang dan kendaraan niaga ringan Mitsubishi Motors di Indonesia pada November 2020 dengan total 5.359 unit. Catatan penjualan tersebut menjadi angka penjualan bulanan terbaik pada periode fiskal 2020 (April – November 2020) dan dalam situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemik COVID-19.

Untuk segmen kendaraan penumpang sendiri MMKSI berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 2.936 unit, dengan persentase kontribusi terbesar dari model Xpander (termasuk Xpander Cross), yakni lebih dari 68%. Model Pajero Sport juga memberikan kontribusi penjualan positif sekitar 31% terhadap penjualan segmen kendaraan penumpang MMKSI.

Sedangkan pada segmen kendaraan niaga ringan MMKSI mencatat penjualan sebesar 2.423 unit, yang didominasi model L300, dengan kontribusi sebesar lebih dari 78% terhadap penjualan segmen kendaraan niaga ringan MMKSI. [po/byn]