ITALIA – Andrea Iannone yang saat ini sedang menjalani kasus doping mengaku menyesal pernah meninggalkan Ducati pada tahun 2016 silam. Menurut Iannone, hal itu merupakan kesalahan terbesar dalam karir balapnya.

Memasuki musim 2017, Iannone memilih bergabung ke Suzuki lalu akhirnya mendarat di Aprilia.

“Setelah dipikir-pikir, jika bisa mengulang masa lalu, saya seharusnya tidak meniggalkan Ducati,” kata Iannone seperti dikutip dari Crash.

Baca juga :  Dua Kali di Salip Menjelang Finis, Marquez Optimis Dia Tetap Juara Dunia

Sejak pergi dari Ducati, rider berjuluk “the Maniac” ini belum sekalipun memenangi balapan sejak 2016. Sedangkan Dovizioso mantan rekannya di Ducati justru terus melejit dengan raihan 13 kemenangan serta konsisten menjadi runner up dibawah Marc Marquez di tiga musim terakhir.

Padahal, sebenarnya Iannone lebih berjasa dalam mengawali era kebangkitan Ducati. Tercatat Iannone menjadi rider pertama yang berhasil menyumbangkan kemenangan untuk Ducati sejak era Casey Stoner.

Baca juga :  Dubai Autodrome, Sirkuit Balap untuk Publik

“Musim 2015 dan 2016 sangat baik bagi saya. Ducati sangat mengesankan dalam hal akselerasi dan pengereman, tetapi ada kekurangan saat masuk tikungan. Saya pindah ke Suzuki dan menemukan hal yang sebaliknya,” beber Iannone.

Sementara itu, karir Iannone tengah terancam. Ia dan tim Aprilia masih menunggu hasil putusan pengadilan terkait dengan kasus doping. Jika nantinya keputusan memberatkan Iannone, maka the maniac dan Aprilia masih bisa melakukan banding. [po/rst]