JAKARTA – Organisasi anti doping dunia yakni World Anti Doping Agency (WADA) mengajukan banding atas sanksi 18 bulan larangan tampil yang dijatuhkan kepada pembalap Aprilia, Andrea Iannone.

Akan tetapi banding WADA bukan untuk meringankan hukuman the Maniac, namun justru mengajukan agar sanksinya diperpanjang menjadi empat tahun.

Kabar ini jelas menjadi mimpi buruk bagi Iannone, karena sebelumnya pihak Iannone dan Aprilia menganggap sanksi larangan 18 bulan adalah hukuman terberat. Tapi siapa yang menyangkan lembaga Anti Doping Dunia justru memberi perhatian lebih terhadap kasus ini dan malah memberatkan kubu Iannone.

Baca juga :  Begini Kondisi Joan Mir Usai Kecelakaan di MotoGP Ceko

Seperti yang pernah diberitakan, sanksi larangan 18 bulan tampil merupakan hasil dari putusan Pengadilan Disiplin FIM tanggal 31 Maret 2020 lalu. Iannone diberikan larangan 18 bulan mulai dari 17 Desember 2019 dan berakhir hingga 16 Juni 2021.

Pihak Aprilia sendiri juga mengajukan banding karena berasalan zat doping di tubuh Iannone berasal dari makanan yang terkontaminasi. Karena itu, Aprilia menganggap hukuman tersebut terlalu berlebihan.

Baca juga :  Yamaha XSR 155 Resmi Masuk Indonesia Akankan Jadi Pesaing W175 TR?

Jika pengajuan WADA dikabulkan maka hampir dipastikan karir Iannone di MotoGP akan berakhir karena saat ini ia sudah berusia 30 tahun. [po/rst]