JAKARTA – Kia memiliki ambisi untuk membangun fasilitas perakitan di Indonesia. Saat ini, brand KIA mulai eksis bersama PT Kreta Indo Artha (KIA) selaku Agen Pemegang Merek (APM) dan sejauh ini masih menjual model-model dengan skema mobil utuh (completely build up/CBU) dari sejumlah negara.

Marketing and Development Division Head PT Kreta Indo Artha (KIA Indonesia), Ario Soerjo, menegaskan sudah memiliki rencana untuk perakitan lokal dalam strategi jangka panjangnya. Menurutnya ada banyak pertimbangan sebelum melakukan perakitan lokal, salah satunya adalah melihat skala ekonomi di dalam negeri.

Baca juga :  Andai Toyota Starlet Lahir Kembali, Beginikah Tampangnya?

“Kami ingin secepatnya dilakukan perakitan di Indonesia. Kalau secara kasar, dua sampai tiga tahun sudah jalan perakitan di Indonesia. Karena semua bisa berjalan minimum 18 bulan,” ujar Ario Soerjo beberapa waktu lalu.

Baca juga: SUV All New Kia Seltos Berikut Detail Spesifikasinya

Bergabungnya Kia dengan Grup Indomobil memiliki keuntungan karena Jenama asal Korea Selatan ini tidak perlu repot-repot untuk membangun fasilitas produksi Di Indonesia. Mereka bisa menggunakan fasilitas produksi miliki Indomobil yang berada di Cikampek atau Pulogadung.

Baca juga :  Teknologi Nissan Intelligent Mobility Hadir di CES Asia 2019

Lantas fasilitas produksi mana yang paling memungkinkan untuk digunakan? “Indomobil sudah memiliki fasilitas yang bisa digunakan segera. Untuk pabrik di kawasan industri Pulogadung seperti tukang jahit juga, aktif mengerjakan pesanan dari pabrikan lain,” ucap Ario.

Kemudian selain itu, mereka juga memiliki kemungkinan untuk menumpang di fasilitas produksi yang sedang dibangun oleh Hyundai. Tetapi Ario menegaskan untuk sekarang ini mereka belum membuka pembicaraan terkait hal tersebut.

Baca juga :  Ini Dia Program Khusus untuk Xpander Cross Rockford Fostgate Black Edition

Sekarang ini Kia sudah sudah meniagakan sejumlah model mulai dari K2700 (pikap), Seltos, Picanto, Sedona, dan Rio. Bisnisnya di Indonesia sudah didukung dengan 32 jaringan resmi yang tersebar di seluruh Indonesia. [po/rst]