Dari Afrika, Mario Membawa Pulang CRF250 Rally ke Rumahnya di Osaka-Jepang

OSAKA – Lampu merah terakhir sebelum masuk ke area Gedung Honda R&D center di Osaka. Gedung megah tempat banyak motor terbaik Honda dilahirkan tersebut mulai mendekat. Wow, terlihat team Honda di Jepang ini sudah menanti kedatangan Wheel Story Bersama HONDA CRF250 RALLY. 

Satu lagi hari dan momen yang sangat spesial diperoleh oleh Mario Iroth. Setelah berkelana dengan motor mulai dari Benua Afrika, lalu menembus Eropa, dia pun menyentuh Asia melalui Jepang. Setahun lebih dia bersama partner perjalanan Lilis Suryani meninggalkan Indonesia. Persisnya 370 hari dan menempuh 47.114 Km.

Petualang bermotor Indonesia ini tak kuasa menahan haru. Dia sukses menjadi penunggang Honda CRF250Rally yang bertandang ke tempat sang motor dilahirkan. Ya, Mario sekaligus juga membawa pulang motor adventure ini kembali ke rumahnya di Osaka Jepang.

Kemudian Honda CRF250Rally langsung ditangani mekanik untuk dilakukan pemeriksaan fisik. Sementara penunggangnya langsung diajak menuju ruang meeting untuk melakukan presentasi petualangan bermotor dari Afrika – Eropa – Asia hingga Jepang. 

Di ruang tersebut ada sekitar 10 orang dari berbagai divisi mulai yang mendesign Honda CRF250Rally hingga yang merancang chasis dan suspensi CRF250Rally. Semua berbaur menjadi satu dan mendengarkan testimoni petualangan hebat Mario dengan menggunakan Honda CRF250Rally. 

“Ini menjadi prestasi tersendiri sebagai biker Indonesia dan pengguna Honda CRF250Rally bisa kunjungi langsung Honda R&D center di Asaka Jepang,” ungkap Mario dengan takzim.

Baca juga :  Grab Klaim Telah Menghubungkan 2,7 Juta Perjalanan di Bandar Udara Indonesia

Tiba di Asia Via Jepang

Wheel Story Season 5 tiba dia Asia dengan menyentuh Sakaiminato setelah 2 hari menumpangi ferry dari Vladivostok Russia. Sesampainya di pelabuhan Sakaiminato, proses imigrasi dan juga custom berjalan lancar, lalu lanjut ke kantor JAF (Japan Automobile Federation) sekitar 45 menit perjalanan dengan mobil untuk mendapatkan temporary permit motornya di Jepang. 

Setelah 4 jam semua proses selesai, Mario langsung gas mengarah ke Osaka. Sayang sekali untuk berkendara lewat toll biayanya sangat mahal, dia memutuskan berkendara di jalanan desa dan daerah pegunungan yang speed limit Cuma 50 km/jam namun pemandangan dan suasana desa Jepang dapat dinikmati. Setelah menempuh sekitar 350 Km mereka tiba di Osaka tengah malam.

Baca juga :  HPM Sukses Lakukan Penjualan Tertinggi Ketiga Tipe Honda Ini

Hari kedua di Jepang, badai taifun menyapu daerah pantai barat selatan Jepang. Untunglah wilayah Osaka yang dituju Mario aman. “Hari itu kami berkunjung ke KJRI di Osaka sembari menyapa staff KJRI sambil menceritakan perjalanan bermotor dari Afrika hingga sampai di Jepang dan malam harinya wisata kuliner di Dontoburi yang padat dan ramai,” ceritanya.

Harga bensin di Jepang tergolong mahal, hampir 2 kali lipat harga bensin di Rusia. Dengan speed limit yang hanya 50Km/jam di jalan raya maka motor terasa lebih irit walau waktu tempuh akan memakan waktu lama, belum lagi melewati ratusan lampu merah. 

Posisi berkendara di Jepang mirip di Indonesia di sebelah kiri namun di sini pengendaranya sangat tertib dan disiplin tinggi. Selalu hati-hati. Suasana desa yang indah dan pegunungan hijau sesekali masuk jalan sempit melewati hutan lebat membawa Mario ke area danau Kawaguchi yang sejuk. 

Di sini dia berharap bisa melihat gunung Fuji pagi harinya hingga diputuskan untuk kemping di taman pinggir danau. Namun apa boleh buat lagi-lagi awan tebal menutupi gunung Fuji. Memang sekarang musim gugur dan musim yang pas untuk menikmati jepang di kala musim semi dan panas.

Baca juga :  Lagi, Kang JJ Siapkan Ekspedisi Bermotor Keliling Dunia

Mario terus berkendara menikmati jalanan berkelok rute 413 dari danau Yamanaka menuju Asaka hingga berlabuh dan diterima dengan hangat di Honda R&D center. 

Setelah lama di Honda R&D center, pada malam harinya salah satu Engineer Honda dan juga seorang crosser Honda mengajak Mario untuk night riding di Tokyo. “Indah sekali melihat Tokyo Tower, riding di Rainbow bridge hingga persimpangan Shibuya yang legendary,” tutup Mario. [TP/Haz]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here